Langsung ke konten utama

Wanita Berbadan Gemuk Justru Lebih Menarik Untuk di Nikahi

"Waduh, kok gendut banget sih aku? Besok diet ah!" Kalimat itu akan banyak kita dengar dari perempuan. Sebagian besar dari mereka merasa bila "tubuh ideal" untuk menarik perhatian pria adalah langsing.

Langkah berikutnya, step by step 'tutorial' pengurusan badan pun dilakukan. Mulai dari olah raga, pola makan sehat, sampai suplemen atau obat yang membantu proses "membuang lemak". Namun, pemikiran mereka ternyata salah! Kenapa?
 
1. Secara sains telah dibuktikan pria lebih senang melihat wanita gembrot.
Seperti dilansir mtv.com, seorang psikolog asal University of Albany, New York, Amerika Serikat, Gordon G. Gallup Jr. mengatakan bahwa pria lebih tertarik dengan wanita yang punya pinggul besar. Dengan kata lain, laki-laki senang melihat wanita dengan bokong besar.

2. Badan gembrot-mu tunjukkan bahwa kamu dalam kondisi siap dijadikan pasangan hidup.
Menurut Gordon, pria melihat wanita dengan badan layaknya "jam pasir" sebagai wanita yang siap dijadikan pasangan hidup. Hal tersebut secara alamiah ada dalam pemikiran sebagian besar laki-laki.

3. Secara morfologi, rangka tubuh wanita gembrot kemungkinan besar akan dipermudah saat proses melahirkan.
Salah satu alasan adanya evolusi dalam lingkaran hidup manusia adalah untuk menemukan pasangan yang pas untuk diri sendiri. Gordon menambahkan, dalam benak para pria percaya bahwa wanita tidak akan mengalami kesulitan atau kesakitan yang berlebihan saat proses melahirkan di masa depan.
 
4. Percaya atau tidak, anak dari wanita berbadan gembrot punya kesempatan lebih besar untuk menjadi anak cerdas.
Mengapa? Penelitian sains membuktikan bahwa dalam bokong dan pinggul wanita terdapat tumpukan lemak gluteofemoral. Nah, dalam lemak tersebut ada kandungan asam lemak polyunsaturated, yang institusi kesehatan nasional Amerika Serikat (ncbi.nlm.nih.gov) sebut sebagai kelompok asam lemak tak jenuh yang penting bagi tubuh manusia (mendukung Omega 3). Asam lemak tersebut berperan dalam proses perkembangan otak bayi saat dalam kandungan.

5. Ternyata bukan cuma sang bayi, ibu dengan badan gembrot juga punya kecerdasan kognitif.
Kecerdasan kognitif diartikan sebagai kemampuan dalam bertindak dan berpikir (kerja otak lebih baik). Psikolog Gordon menambahkan, dengan lemak gluteogemoral ini bukan hanya sang bayi yang punya tingkat kecerdasan tinggi, tapi juga sang ibu. Hal tersebut, menurut Gordon, dapat dibuktikan dengan tes kognitif.

6. Secara sadar tidak sadar, dalam otak pria sudah tertanam paham ini.
Meskipun tidak disadari oleh kaum adam, tapi menurut Gordon pemahaman ini akan otomatis muncul dalam benak para pria saat mencari pasangan.
 
So, buat apa diet kalau yang gendut bisa lebih menarik?
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Tidak Terlupakan dari Hape Jadul

Perkembangan zaman selalu menuntut pembaruan. Hal-hal yang usang akan ditinggalkan. Ini juga berlaku pada smartphone . Beragam fitur menarik dan canggih selalu disematkan tiap tahunnya, mulai dari resolusi layar dan kamera, desain, fitur anti air, dan lain sebagainya. Harus diakui jika kecanggihan smartphone membuat banyak hal menjadi kian mudah. Pekerjaan, mencari informasi, belajar, sampai memesan transportasi—semuanya bisa dipenuhi melalui perangkat ini. Meski memiliki fitur yang canggih, namun smartphone tidak benar-benar bisa menggantikan handphone monophonic . Ada fitur-fitur yang tidak ditemukan lagi di smartphone , seperti casing yang bisa digonta-ganti, pembuat nada nada dering, dan lain sebagainya. Bagi kamu yang lahir di era ’90-an, tentu kamu tidak akan melupakan hal-hal tersebut. Apa sajakah fitur-fitur itu? Gonta-ganti casing Gonta-ganti casing menjadi ciri khas handphone zaman dulu, terutama Nokia. Ada dua alasan kenapa seseorang mengganti casing...

Leonardo DiCaprio dan Isi Kepalanya Sewaktu Oscar 2016

"Kayaknya AC ruangan ini lebih menusuk ketimbang yang sudah-sudah. Apa karena tahun ini gue datang tanpa harapan dan akibat ketegangan di tahun-tahun sebelumnya? Ah, tapi bakal terdengar sebagai sebuah kebohongan kalo gue bilang gak berharap apa-apa," lamun seorang bintang film bernama Leonardo DiCaprio jelang perhelatan Academy Awards ke-88 yang berlangsung di Dolby Theatre. Acara dimulai. Chris Rock yang ditunjuk sebagai pembawa acara melakukan tugasnya dengan baik, salah satunya dengan menyinggung isu penting tentang keberagaman dan rasisme di Hollywood (baca: Oscar) dengan gaya yang cair. "Kamu beruntung Chris dikenal sebagai seorang komedian. Gue nggak akan bisa bicara selantang itu," tukas DiCaprio dalam hati. "Bakal bahaya banget buat keberlangsungan karir dan citra kalo gue asal nyerocos. Yah namanya juga industri. Gue nggak mau ada Taylor Swift vs Nicki Minaj part 2." Here's the full transcript of Chris Rock’s...

Mengapa Sebaiknya Jangan Mudah Baper dengan yang Berbau Arab?

Saya pikir, makin hari, sikap baper kepada hal yang berbau ke-Arab-Arab-an menyebabkan kedunguan yang kian kronis. Sudah sejak lama, misalnya, kita merasa menemukan sebuah keajaiban dari langit ketika melihat sirip ikan atau batu kali bertuliskan lafadz Allah. Di era sosial media, gambar-gambar tersebut menjadi alat para selebriti dangdut untuk promosi fanpage dengan kepsyen “ like , komen, share dan ucapkan AAMIIN”, untuk mendulang follower . Yang mengherankan, entah mengapa lafadz Allah yang muncul itu selalu dalam huruf Arab yang standar. Enggak pernah tuh ada huruf Arab kufii atau teknik kaligrafi yang lain, atau kenapa sih tulisannya enggak muncul dalam huruf Kanji, Hangeul, Jawa Kuno, atau Hieroglyph . Selain biar lebih setil, dampak utamanya ‘kan bisa bikin para cosplayer , penggemar JAV, sampai kaum abangan lebih beriman. Gara-gara baper berlebih sama hal-hal berbau Arab begitu, Agnez Mo jadi korban laskar pembela surga dengan tuduhan serius: penistaan ag...