Langsung ke konten utama

5 Majalah yang Mengingatkan Kita ke Jaman Dahulu

Memang tak bisa di pungkiri bahwa era digital sudah sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya soal media. Jaman sekarang, kita sangat dimudahkan oleh media online untuk membaca info terbaru dan terupdate sepanjang hari. Dan oleh karena itu, beberapa media cetak pun mulai berfikir untuk beralih ke dunia online. Berikut Kantor Kost kasih beberapa majalah cetak yang mengingatkan kita ke jaman dahulu.

  • KARTINI

Masih ingat ketika kalian sedang asik bermain diluar, kemudian masuk rumah buat minum, trus ngeliat ibu kalian lagi duduk sambil megang majalah bertuliskan Kartini. Yups, majalah ini biasanya dekat dengan ibu-ibu yang dirumah, ngurusin ekosistem keluarga. Ya semoga aja majalah ini masih terus beredar dikalangan masyarakat.
  • MAJALAH BOBO
Awalnya Bobo merupakan majalah adaptasi dari majalah anak-anak Belanda. Di Indonesia sendiri, majalah Bobo adalah salah satu "Teman Bermain dan Belajar" anak-anak jaman 70'an. Coba tanya bapak kamu apakah dia kenal dengan Paman Gembul?
  • Hai
Majalah cowok terpopuler di negeri ini sedang menurun karena bersaing dengan era digital yang semakin maju. Majalah Hai sudah ada sejak tahun 70'an lo. Sayang banget kan kalau harus tergusur dengan media online yang ada saat ini.
  • Femina
Majalah Femina sudah ada pada tahun 1972. Kalian udah pada lahir belom? Majalah ini di dominasi oleh ibu-ibu karier. Nah, akankah anak cucu kita nanti majalah ini masih ada?
  • Gadis
Di era 70'an, para remaja cewek lebih suka membaca majalah ini dari pada main instagram atau twitter. Yang unik dari majalah ini adalah, mereka selalu menyelenggarakan acara gadis sampul yang mampu menelurkan calon bintang yang ekstensinya masih kamu lihat sampai saat ini.

Ayo dukung majalah-majalah kesayangan kita agar tidak tergusur oleh media online serupa.!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Tidak Terlupakan dari Hape Jadul

Perkembangan zaman selalu menuntut pembaruan. Hal-hal yang usang akan ditinggalkan. Ini juga berlaku pada smartphone . Beragam fitur menarik dan canggih selalu disematkan tiap tahunnya, mulai dari resolusi layar dan kamera, desain, fitur anti air, dan lain sebagainya. Harus diakui jika kecanggihan smartphone membuat banyak hal menjadi kian mudah. Pekerjaan, mencari informasi, belajar, sampai memesan transportasi—semuanya bisa dipenuhi melalui perangkat ini. Meski memiliki fitur yang canggih, namun smartphone tidak benar-benar bisa menggantikan handphone monophonic . Ada fitur-fitur yang tidak ditemukan lagi di smartphone , seperti casing yang bisa digonta-ganti, pembuat nada nada dering, dan lain sebagainya. Bagi kamu yang lahir di era ’90-an, tentu kamu tidak akan melupakan hal-hal tersebut. Apa sajakah fitur-fitur itu? Gonta-ganti casing Gonta-ganti casing menjadi ciri khas handphone zaman dulu, terutama Nokia. Ada dua alasan kenapa seseorang mengganti casing...

Leonardo DiCaprio dan Isi Kepalanya Sewaktu Oscar 2016

"Kayaknya AC ruangan ini lebih menusuk ketimbang yang sudah-sudah. Apa karena tahun ini gue datang tanpa harapan dan akibat ketegangan di tahun-tahun sebelumnya? Ah, tapi bakal terdengar sebagai sebuah kebohongan kalo gue bilang gak berharap apa-apa," lamun seorang bintang film bernama Leonardo DiCaprio jelang perhelatan Academy Awards ke-88 yang berlangsung di Dolby Theatre. Acara dimulai. Chris Rock yang ditunjuk sebagai pembawa acara melakukan tugasnya dengan baik, salah satunya dengan menyinggung isu penting tentang keberagaman dan rasisme di Hollywood (baca: Oscar) dengan gaya yang cair. "Kamu beruntung Chris dikenal sebagai seorang komedian. Gue nggak akan bisa bicara selantang itu," tukas DiCaprio dalam hati. "Bakal bahaya banget buat keberlangsungan karir dan citra kalo gue asal nyerocos. Yah namanya juga industri. Gue nggak mau ada Taylor Swift vs Nicki Minaj part 2." Here's the full transcript of Chris Rock’s...

Mengapa Sebaiknya Jangan Mudah Baper dengan yang Berbau Arab?

Saya pikir, makin hari, sikap baper kepada hal yang berbau ke-Arab-Arab-an menyebabkan kedunguan yang kian kronis. Sudah sejak lama, misalnya, kita merasa menemukan sebuah keajaiban dari langit ketika melihat sirip ikan atau batu kali bertuliskan lafadz Allah. Di era sosial media, gambar-gambar tersebut menjadi alat para selebriti dangdut untuk promosi fanpage dengan kepsyen “ like , komen, share dan ucapkan AAMIIN”, untuk mendulang follower . Yang mengherankan, entah mengapa lafadz Allah yang muncul itu selalu dalam huruf Arab yang standar. Enggak pernah tuh ada huruf Arab kufii atau teknik kaligrafi yang lain, atau kenapa sih tulisannya enggak muncul dalam huruf Kanji, Hangeul, Jawa Kuno, atau Hieroglyph . Selain biar lebih setil, dampak utamanya ‘kan bisa bikin para cosplayer , penggemar JAV, sampai kaum abangan lebih beriman. Gara-gara baper berlebih sama hal-hal berbau Arab begitu, Agnez Mo jadi korban laskar pembela surga dengan tuduhan serius: penistaan ag...