Langsung ke konten utama

Orang yang Setia Bisa Dilihat dari Penampilannya. Cek di Sini! Apa Kamu Salah Satunya?

Kesetiaan seseorang memang tidak bisa diukur dari hal-hal yang sedang melekat pada diri seseorang. Dari cara makan, cari bicara, atau dari cara sikat gigi. Semua itu absurd dan nggak ada hubungannya. Tapi, dari penampilan seseorang, sedikit banyak kita bisa menerka-nerka apakah dia termasuk tipikal orang yang setia atau tidak. Dari yang dia pakai dari kepala sampai kaki, kamu bisa menerka kok sebenernya.

Penampilan yang seperti apa sih yang bisa menjadi barometer kesetiaan seseorang?

1. Tengok gaya rambutnya. Bertahan dengan 1 hairstyle dalam rentan waktu lama adalah salah satu tandanya.

Tidak semua orang cocok dengan hairstyle yang sama satu sama lain. Pasti akan disesuaikan dengan bantuk wajah, biar hasilnya nggak aneh. Bertahan dengan hairsyle yang sama dalam kurun waktu yang cukup lama itu nggak mudah lho. Apalagi tren yang sering banget berubah dari waktu ke waktu. Pasti sebagai generasi yang nggak mau ketinggalan jaman, kamu pasit juga ingin mencoba-coba tren rambut teranyar.

Jika kamu mampu bertahan dengan tatanan rambut yang sama dalam jangka panjang, bisa diperkirakan, bahwa kamu adalah orang yang setia. Rambut aja dipertahankan, apalagi pasangannya kelak?

2. Pas dia pakai baju komunitas dengan bangga, bisa jadi dia adalah orang berkomitmen kuat. Tekun dan fokus pada satu hal.

Menekuni hobi adalah wajar. Setiap orang pun pasti punya hobi masing-masing yang membuat kejenuhan yang menyelimutinya hilang begitu saja. Kalau ada seseorang yang tekun dengan satu hobi dan serius, dia pasti akan melakukan berbagai cara untuk mengembangkan hobinya tersebut. Bahkan, tidak sungkan untuk bergabung di komunitas berskala besar.

Kalau kamu bangga dengan hobi dan komunitasmu, hingga tak malu untuk pamer saat pakai kaosnya, berbahagaialah. Karena kemungkinan besar kamu termasuk golongan orang-orang yang setia. Bisa dilihat dari komitmen yang kamu investasikan dengan hobimu itu. Hobi aja diseriusin, masa depan nggak mungkin dibuat main-main, ‘kan?

3. Jangan buru-buru nge-judge kalau sepatunya cuma itu aja. Kalau udah nyaman dia emang gak mau pindah.

Sepatu memang menjadi kebutuhan vital dalam menunaikan segala aktivitas. Mulai dari kegiatan belajar mengajar, kegiatan di luar lapangan, bahkan di dalam ruangan pun membutuhkan hal ini. Selain memiliki fungsi untuk melindungi kaki, sepatu ini juga bisa menjadi tolak ukur apakah kamu orang yang setia atau tidak.

Jika kamu menemukan seseorang yang sering banget pakai satu sepatu, jangan buru-buru nge-judge..

Kalau udah merasa nyaman dengan satu hal, memang sulit untuk berpindah dan meninggalkannya begitu saja. Itu prinsip dia dalam memakai sepatu lho. Gimana kesetiaannya waktu berkomitmen? Bisa jadi orang macam ini adalah setia tanpa pengecualian.

4. Penampilannya pas, tidak berlebihan. Dia nggak dandan buat cari perhatian orang lain, kok.

Tipikal orang yang setia adalah dia yang nggak berlebihan dalam beberapa hal. Contohnya adalah penampilannya. Dia nggak ingin terlihat terlalu menonjol di antara kerumunan. Kalau dia mendapat perhatian banyak orang, dia akan sulit fokus dengan dirinya. Mungkin juga jadi sulit fokus dengan kesetiannya

5. Justru penampilan spesial dia simpan buat orang terdekat. Kamu, salah satunya.

Tidak suka dengan penampilan yang menarik perhatian banyak orang, bukan berarti dia tidak mau. Dia justru akan memberi kejutan orang tersayangnya dengan penampilan yang berbeda. Mungkin, kamu adalah salah satunya yang diberi kejutan kecil ini? Bisa jadi kamu memang sosok spesial buatnya. Orang setia itu nggak banyak gaya. Hehehehe.

6. Selalu memilih barang yang timeless dan bermanfaat untuk ke depannya. Tidak ketinggalan jaman dan bisa dipakai ke segala acara, jam tangan contohnya.

Tipikal orang yang setia itu juga punya pemikiran yang sudah dipertimbangkan untuk jangka waktu panjang. Mereka nggak mau asal mengikuti tren, karena hal itu bersifat sementara. Mencari satu tapi setia untuk selamanya adalah prinsipnya. Jam tangan misalnya.

Makanya, jangan kaget kalo dia cuma punya satu jam tangan. Tapi, filosofi dibalik prinsip itu yang akan menyakinkanmu kalau dia memang orang yang setia. Apakah kamu orangnya setia juga, guys?

7. Yang terpenting, dia juga akan setia sama satu pasangan. Bahkan, sulit untuk berpindah ke hati yang lain.

Tidak hanya dilihat penampilan, orang yang setia itu bisa dilihat dari berapa jumlah mantannya. Semakin sedikit, kemungkinan orang tersebut adalah setia. Kalau kamu setia menjalin hubungan dalam waktu yang cukup lama, tak perlu ragu, memang kamu termasuk sosok yang setia. Cepat berpindah ke lain hati tidak ada dalam kamusmu. Tapi, belajar menjadi yang setia adalah usaha yang sampai saat ini kamu usahakan.

Dilihat dari penampilan, apakah kamu termasuk tipe orang yang setia, guys?

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Tidak Terlupakan dari Hape Jadul

Perkembangan zaman selalu menuntut pembaruan. Hal-hal yang usang akan ditinggalkan. Ini juga berlaku pada smartphone . Beragam fitur menarik dan canggih selalu disematkan tiap tahunnya, mulai dari resolusi layar dan kamera, desain, fitur anti air, dan lain sebagainya. Harus diakui jika kecanggihan smartphone membuat banyak hal menjadi kian mudah. Pekerjaan, mencari informasi, belajar, sampai memesan transportasi—semuanya bisa dipenuhi melalui perangkat ini. Meski memiliki fitur yang canggih, namun smartphone tidak benar-benar bisa menggantikan handphone monophonic . Ada fitur-fitur yang tidak ditemukan lagi di smartphone , seperti casing yang bisa digonta-ganti, pembuat nada nada dering, dan lain sebagainya. Bagi kamu yang lahir di era ’90-an, tentu kamu tidak akan melupakan hal-hal tersebut. Apa sajakah fitur-fitur itu? Gonta-ganti casing Gonta-ganti casing menjadi ciri khas handphone zaman dulu, terutama Nokia. Ada dua alasan kenapa seseorang mengganti casing...

Leonardo DiCaprio dan Isi Kepalanya Sewaktu Oscar 2016

"Kayaknya AC ruangan ini lebih menusuk ketimbang yang sudah-sudah. Apa karena tahun ini gue datang tanpa harapan dan akibat ketegangan di tahun-tahun sebelumnya? Ah, tapi bakal terdengar sebagai sebuah kebohongan kalo gue bilang gak berharap apa-apa," lamun seorang bintang film bernama Leonardo DiCaprio jelang perhelatan Academy Awards ke-88 yang berlangsung di Dolby Theatre. Acara dimulai. Chris Rock yang ditunjuk sebagai pembawa acara melakukan tugasnya dengan baik, salah satunya dengan menyinggung isu penting tentang keberagaman dan rasisme di Hollywood (baca: Oscar) dengan gaya yang cair. "Kamu beruntung Chris dikenal sebagai seorang komedian. Gue nggak akan bisa bicara selantang itu," tukas DiCaprio dalam hati. "Bakal bahaya banget buat keberlangsungan karir dan citra kalo gue asal nyerocos. Yah namanya juga industri. Gue nggak mau ada Taylor Swift vs Nicki Minaj part 2." Here's the full transcript of Chris Rock’s...

Mengapa Sebaiknya Jangan Mudah Baper dengan yang Berbau Arab?

Saya pikir, makin hari, sikap baper kepada hal yang berbau ke-Arab-Arab-an menyebabkan kedunguan yang kian kronis. Sudah sejak lama, misalnya, kita merasa menemukan sebuah keajaiban dari langit ketika melihat sirip ikan atau batu kali bertuliskan lafadz Allah. Di era sosial media, gambar-gambar tersebut menjadi alat para selebriti dangdut untuk promosi fanpage dengan kepsyen “ like , komen, share dan ucapkan AAMIIN”, untuk mendulang follower . Yang mengherankan, entah mengapa lafadz Allah yang muncul itu selalu dalam huruf Arab yang standar. Enggak pernah tuh ada huruf Arab kufii atau teknik kaligrafi yang lain, atau kenapa sih tulisannya enggak muncul dalam huruf Kanji, Hangeul, Jawa Kuno, atau Hieroglyph . Selain biar lebih setil, dampak utamanya ‘kan bisa bikin para cosplayer , penggemar JAV, sampai kaum abangan lebih beriman. Gara-gara baper berlebih sama hal-hal berbau Arab begitu, Agnez Mo jadi korban laskar pembela surga dengan tuduhan serius: penistaan ag...