Langsung ke konten utama

Ini Tehnik Memuji Wanita Paling Ampuh

Konon kabarnya wanita senang dipuji. Atau yang lain menyebutkan tidak ada wanita yang menolak pujian. Tapi toh nyatanya tidak semudah itu. Buat sebagian pria menyampaikan pujian yang tulus itu tantangan tersendiri.

Salah-salah malah ada tuntutan pelecehan seksual verbal yang membayangi. Pasalnya, sering kali sebuah pujian itu hanya indah di kepala laki-laki. Sementara untuk si perempuan, segala puja-puji itu hanya berkesan sebagai gombalan dan rayuan picisan. Buntutnya, bukan tak mungkin si wanita malah merasa dilecehkan.

Kondisi ini makin perlu dicermati untuk para pria Indonesia. Kultur budaya verbal yang tak begitu terbuka bikin acara memuji makin rumit. Kita tak biasa mengekspresikan perasaan secara langsung. Akibatnya kita juga tak terbiasa menerima ekspresi orang secara terbuka dan langsung.

Padahal sebuah pujian adalah bentuk ekspresi langsung yang bertujuan untuk membuat orang lain tersenyum dan merasa dirinya lebih baik. Kondisi kontra macam begini yang membuat situasi tidak mudah. Tapi tenang, ada pujian tertentu yang sudah teruji bisa diterima oleh wanita manapun. Apa saja itu?


Ngobrol Semalaman

Coba tanyakan pada semua wanita. Hal terpenting apa yang paling dihargai oleh mereka dari sebuah hubungan. Dari sekian banyak daftar yang diajukan, pastinya akan terselip kata komunikasi. Sebagai mahluk yang lebih verbal, perempuan lebih menghargai nilai yang satu ini.Karena itu dengan cara yang tepat tidak akan ada wanita yang menolak dipuji untuk urusan yang satu ini.

Bagaimana caranya? Hal penting yang harus diingat adalah pujian ini hanya bisa diberikan jika kita sudah berbincang lama dengan si wanita. Jangan melakukannya jika kita baru terlibat pembicaraan lima sepuluh menit dengannya.

Coba bayangkan sebuah situasi dimana kita sedang asik bersenda gurau berdua sejam lebih dengan kawan wanita disebuah restoran. Di tengah situasi yang menyenangkan tersebut,

“Kayaknya saya bisa betah ngobrol semalam suntuk nih sama kamu”

Dijamin tidak akan ada wanita yang merasa dilecehkan laki-laki dalam situasi seperti itu. Mereka akan sedikit tersipu dan merasa nilai dirinya tinggi. Biasanya obrolan akan dilanjutkan dengan pertanyaan, memangnya kenapa, koq begitu, alasannya apa, masa sih dan pencarian alasan basa-basi lainnya. Tapi percayalah kita sudah memenangkan hatinya saat itu.


Suka cara berpikir kamu

Tidak ada satu perempuan pun yang menolak dikatakan pintar. Tapi hanya memuji dengan mengatakan kalimat sederhana macam “kamu pintar sekali”, tidak akan menggugah hatinya. Pujian ini hanya akan terasa datar dan biasa saja.

Cara termudah untuk membuat pujian tentang kepintaran ini jadi istimewa adalah dengan menunjukan bahwa kita memperhatikan detail. Kepintaran yang dipuji ini harus lah spesifik dan sesuai kondisi mereka secara pribadi. Misalnya:

“Kalau bicara soal fotografi kamu lebih paham dari saya, kamu lebih jago soal ini”

Beberapa kalimat sejenis yang bisa digunakan antara lain

“saya suka diskusi soal….sama kamu, soalnya saya suka cara berpikir kamu tentang….”

“Kamu jago banget…..sekali-sekali kalau ada waktu ajarin saya mau kan?”

“Wah saya gak bisa saingan sama kamu kalau soal…kamu jelas-jelas lebih paham”


Kamu cantik

Nah, ini juga sama dengan soal cara berpikir tadi. Sejatinya wanita memang sangat senang jika diakui cantik. Masalahnya, situasi dan kondisinya harus lah mendukung. Dan usahakan untuk memuji kecantikannya dengan spesifik dan sesuai kondisi.

Alih-alih hanya mengatakan “kamu cantik sekali” cobalah mengatakan kalimat:

“Kamu pas banget kalau lagi pakai….”

“…itu bikin kamu kelihatan sexy sekali”

“Pemilihan warna kamu selalu pas antara…dan….”

Jadi konsentrasi pujiannya bukanlah pada fakta bahwa mereka cantik. Karena sudah jelas dia tak akan berada disebelah kita jika tak cantik bukan? Jadi pujiannya diberikan kepada effort dan keahlian yang mereka lakukan untuk membuat diri mereka lebih cantik.


Rivalitas Kelompok

Taukah kamu, rivalitas antara wanita jauh lebih tajam dibandingkan pria? Meskipun diantara sahabat-sahabat baiknya sendiri para perempuan cenderung saling bersaing satu sama lain. Tak terlihat memang, bahasa dan perilaku persaingan ini lebih halus. Tapi percayalah rivalitas dalam kelompok itu tetap subur.

Karena itu ada salah satu pujian yang bisa dilontarkan pada wanita dan mereka akan senang mendengarnya. Yaitu dengan mengatakan bahwa mereka unggul dalam satu bidang dibanding kawan sepermainannya.

Tapi ingat, pujian ini hanya bisa dilontarkan jika situasinya benar-benar sedang santai. Karena bukan tak mungkin justru akan berbalik memburuk karena kita dianggap sedang membanding-bandingkannya.

“Ini sih pendapat saya, tapi diperhatikan kamu itu paling oke dalam hal berpakaian dibandingkan kawan-kawan kamu yang bisa jalan bareng itu”

“Kamu sepertinya dianggap pemimpin ya sama mereka, wajar sih pemikiran kamu lebih dewasa dibanding mereka”

Gimana? Sudah siap meluncurkan aksimu? Semoga beruntung.

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Tidak Terlupakan dari Hape Jadul

Perkembangan zaman selalu menuntut pembaruan. Hal-hal yang usang akan ditinggalkan. Ini juga berlaku pada smartphone . Beragam fitur menarik dan canggih selalu disematkan tiap tahunnya, mulai dari resolusi layar dan kamera, desain, fitur anti air, dan lain sebagainya. Harus diakui jika kecanggihan smartphone membuat banyak hal menjadi kian mudah. Pekerjaan, mencari informasi, belajar, sampai memesan transportasi—semuanya bisa dipenuhi melalui perangkat ini. Meski memiliki fitur yang canggih, namun smartphone tidak benar-benar bisa menggantikan handphone monophonic . Ada fitur-fitur yang tidak ditemukan lagi di smartphone , seperti casing yang bisa digonta-ganti, pembuat nada nada dering, dan lain sebagainya. Bagi kamu yang lahir di era ’90-an, tentu kamu tidak akan melupakan hal-hal tersebut. Apa sajakah fitur-fitur itu? Gonta-ganti casing Gonta-ganti casing menjadi ciri khas handphone zaman dulu, terutama Nokia. Ada dua alasan kenapa seseorang mengganti casing...

Leonardo DiCaprio dan Isi Kepalanya Sewaktu Oscar 2016

"Kayaknya AC ruangan ini lebih menusuk ketimbang yang sudah-sudah. Apa karena tahun ini gue datang tanpa harapan dan akibat ketegangan di tahun-tahun sebelumnya? Ah, tapi bakal terdengar sebagai sebuah kebohongan kalo gue bilang gak berharap apa-apa," lamun seorang bintang film bernama Leonardo DiCaprio jelang perhelatan Academy Awards ke-88 yang berlangsung di Dolby Theatre. Acara dimulai. Chris Rock yang ditunjuk sebagai pembawa acara melakukan tugasnya dengan baik, salah satunya dengan menyinggung isu penting tentang keberagaman dan rasisme di Hollywood (baca: Oscar) dengan gaya yang cair. "Kamu beruntung Chris dikenal sebagai seorang komedian. Gue nggak akan bisa bicara selantang itu," tukas DiCaprio dalam hati. "Bakal bahaya banget buat keberlangsungan karir dan citra kalo gue asal nyerocos. Yah namanya juga industri. Gue nggak mau ada Taylor Swift vs Nicki Minaj part 2." Here's the full transcript of Chris Rock’s...

Mengapa Sebaiknya Jangan Mudah Baper dengan yang Berbau Arab?

Saya pikir, makin hari, sikap baper kepada hal yang berbau ke-Arab-Arab-an menyebabkan kedunguan yang kian kronis. Sudah sejak lama, misalnya, kita merasa menemukan sebuah keajaiban dari langit ketika melihat sirip ikan atau batu kali bertuliskan lafadz Allah. Di era sosial media, gambar-gambar tersebut menjadi alat para selebriti dangdut untuk promosi fanpage dengan kepsyen “ like , komen, share dan ucapkan AAMIIN”, untuk mendulang follower . Yang mengherankan, entah mengapa lafadz Allah yang muncul itu selalu dalam huruf Arab yang standar. Enggak pernah tuh ada huruf Arab kufii atau teknik kaligrafi yang lain, atau kenapa sih tulisannya enggak muncul dalam huruf Kanji, Hangeul, Jawa Kuno, atau Hieroglyph . Selain biar lebih setil, dampak utamanya ‘kan bisa bikin para cosplayer , penggemar JAV, sampai kaum abangan lebih beriman. Gara-gara baper berlebih sama hal-hal berbau Arab begitu, Agnez Mo jadi korban laskar pembela surga dengan tuduhan serius: penistaan ag...