Langsung ke konten utama

6 Tip agar Tidak Cepat Jenuh Saat Mengerjakan Tugas

Tugas, sebuah kata yang simpel tetapi berjuta makna. Bagi seorang pelajar atau mahasiswa, tugas kadang indah namun kadang menjadi sebuah bencana—walau kebanyakan menganggapnya sebagai sebuah bencana.
Banyak pelajar yang mengatakan bahwa tugas lebih kejam dari ibu kota dan ibu tiri. Entah itu karena cara mereka mengerjakannya suka menunda-nunda, atau memang tingkat kesulitan tugasnya melebihi soal-soal yang dibuat oleh Einstein.

Namun tidak selamanya tugas itu menjadi bencana buatmu. Mungkin saja ada yang salah dari cara kamu memperlakukan tugas tersebut. Jika itu masalahnya. mungkin beberapa tip berikut ini bisa membantu kamu yang suka merasa kesal saat berhadapan dengan tugas.

1. Jangan mengandalkan “the power of kepepet


Namanya juga manusia, menunda-nunda sudah menjadi budaya. Menunda mengerjakan sebuah tugas akan berujung pada kebingungan. Akibatnya, kamu jadi merasa jenuh sendiri. Kadang kamu sampai menyalahkan pengajar yang memberikan tugas terlalu banyak, padahal kamu sendiri yang menunda-nunda menyelesaikannya.

Jadi, coba kurangi menunda-nunda tugas dari sekarang. Otak kamu akan bekerja lebih ekstra apabila kamu mengerjakannya saat deadline. Ini lah yang mengakibatkan rasa jenuh dan membuat kamu menelantarkan tugas.

Padahal apabila kamu tidak menunda-nundanya, tugas tersebut bisa selesai lebih awal dari batas pengumpulannya, dan kamu punya waktu yang bisa kamu manfaatkan buat mengistirahatkan pikiran atau mengerjakan tugas lain.

2. Dari musik ke film


Cara kedua, jika kamu sudah tidak menunda-nunda, namun masih tetap jenuh karena tugasnya memang terlalu banyak, coba selingi dengan mendengarkan musik. Kamu bisa mendengarkan musik andalan kamu sambil mengerjakan tugas. Suasana akan lebih “kamu banget” bila musik yang didengarkan adalah musik favorit kamu. Tingkat kejenuhan pun akan sedikit berkurang.

Atau, jika kamu seorang movieholic, selipkan 50 sampai 120 menit untuk menonton film agar pikiran dan otakmu menjadi santai lagi. Karena, bagaimana pun, otak butuh istirahat. Pilihlah film yang menghibur agar kamu bisa tertawa dan merasa rileks.

3. Tempat yang nyaman


Carilah tempat yang senyaman mungkin buat kamu mengerjakan tugas. Tempat yang nyaman dapat memberikan kamu inspirasi untuk mengerjakan tugas-tugas yang rumit. Taman kota atau kafe bisa jadi pilihan.

Atau, jika kamu tinggal di luar kota, kamu bisa memanfaatkan keberadaan sawah di sekitar rumahmu. Kerjakan tugas sambil duduk di bale, ditemani alunan musik keroncong, pisang goreng, dan kopi. Dengan suasana yang santai seperti itu, tugasmu akan terasa lebih mudah untuk dikerjakan.

4.Selingi dengan permainan


Jangan terlalu memforsir untuk mengerjakan tugas, karena itu akan membuatmu pusing dan pikiranmu menjadi “mentok” yang berakibat pada kejenuhan. Coba selipkan dengan permainan, bisa permainan tradisional atau modern.

Buat kamu yang suka dengan olahraga, kamu bisa keluar sebentar untuk joging atau mengajak teman-temanmu untuk bermain biliar. Dengan begitu, pikiran kamu bisa diistirahatkan sejenak dan tidak bekerja terus menerus. Atau, kamu juga bisa bermain e-sport, seperti sepak bola, peperangan, dan sebagainya. Bisa saja pikiranmu yang sudah buntu akan mendapatkan ide baru untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut.

5. Makanan yang sehat


Coba ubah pola makan dan apa yang kamu konsumsi. Bisa jadi, makanan adalah faktor yang membuat kamu jenuh. Misalnya, hindari makanan berminyak yang dibeli di pinggir jalan. Makanlah makanan yang sehat dan bersih secara teratur. Sesekali minum minuman yang mengandung kafein juga baik untuk otak agar tidak mudah lelah dan jenuh.

Selain makanan yang sehat, pola istirahat juga harus dijaga. Jangan tidur terlampau larut malam. Jika kamu kurang istirahat, kamu akan mudah lelah dan membuat kerja otak menjadi lambat. Kinerja kamu mengerjakan tugas jadi terhambat, dan kamu menjadi cepat jenuh setiap mengerjakan sesuatu tugas.

6. Jaga mood


Sebelum memulai mengerjakan sebuah tugas, ciptakan mood yang baik terlebih dulu. Jangan kesal dengan seseorang atau jangan terlalu senang dengan sesuatu. Jaga emosi kamu tetap stabil agar enak saat mengerjakan suatu tugas. Mulai lah dengan berdoa, agar kamu diberi kemudahan dalam mengerjakan tugas itu.

Rasa jenuh saat mengerjakan tugas sebenarnya datang dari pikiran. Kalau kamu niat mengerjakannya karena itu adalah tanggung jawab kamu sebagai seorang pelajar, bukan sebagai beban, kamu akan mengerjakannya dengan senang hati. Karena, rasa jenuh itu muncul dari diri kita sendiri, bukan dari faktor eksternal.

Kunci untuk menghindari rasa jenuh sebenarnya simpel: dibawa “have fun” saat mengerjakan tugas, tidak menjadikannya sebagai beban, dan tidak menunda-nundanya. Jadi, mulai sekarang, berhenti “nge-judge” tugas atau pengajarmu, ya.

Postingan populer dari blog ini

7 Hal yang Tidak Terlupakan dari Hape Jadul

Perkembangan zaman selalu menuntut pembaruan. Hal-hal yang usang akan ditinggalkan. Ini juga berlaku pada smartphone . Beragam fitur menarik dan canggih selalu disematkan tiap tahunnya, mulai dari resolusi layar dan kamera, desain, fitur anti air, dan lain sebagainya. Harus diakui jika kecanggihan smartphone membuat banyak hal menjadi kian mudah. Pekerjaan, mencari informasi, belajar, sampai memesan transportasi—semuanya bisa dipenuhi melalui perangkat ini. Meski memiliki fitur yang canggih, namun smartphone tidak benar-benar bisa menggantikan handphone monophonic . Ada fitur-fitur yang tidak ditemukan lagi di smartphone , seperti casing yang bisa digonta-ganti, pembuat nada nada dering, dan lain sebagainya. Bagi kamu yang lahir di era ’90-an, tentu kamu tidak akan melupakan hal-hal tersebut. Apa sajakah fitur-fitur itu? Gonta-ganti casing Gonta-ganti casing menjadi ciri khas handphone zaman dulu, terutama Nokia. Ada dua alasan kenapa seseorang mengganti casing...

Leonardo DiCaprio dan Isi Kepalanya Sewaktu Oscar 2016

"Kayaknya AC ruangan ini lebih menusuk ketimbang yang sudah-sudah. Apa karena tahun ini gue datang tanpa harapan dan akibat ketegangan di tahun-tahun sebelumnya? Ah, tapi bakal terdengar sebagai sebuah kebohongan kalo gue bilang gak berharap apa-apa," lamun seorang bintang film bernama Leonardo DiCaprio jelang perhelatan Academy Awards ke-88 yang berlangsung di Dolby Theatre. Acara dimulai. Chris Rock yang ditunjuk sebagai pembawa acara melakukan tugasnya dengan baik, salah satunya dengan menyinggung isu penting tentang keberagaman dan rasisme di Hollywood (baca: Oscar) dengan gaya yang cair. "Kamu beruntung Chris dikenal sebagai seorang komedian. Gue nggak akan bisa bicara selantang itu," tukas DiCaprio dalam hati. "Bakal bahaya banget buat keberlangsungan karir dan citra kalo gue asal nyerocos. Yah namanya juga industri. Gue nggak mau ada Taylor Swift vs Nicki Minaj part 2." Here's the full transcript of Chris Rock’s...

Mengapa Sebaiknya Jangan Mudah Baper dengan yang Berbau Arab?

Saya pikir, makin hari, sikap baper kepada hal yang berbau ke-Arab-Arab-an menyebabkan kedunguan yang kian kronis. Sudah sejak lama, misalnya, kita merasa menemukan sebuah keajaiban dari langit ketika melihat sirip ikan atau batu kali bertuliskan lafadz Allah. Di era sosial media, gambar-gambar tersebut menjadi alat para selebriti dangdut untuk promosi fanpage dengan kepsyen “ like , komen, share dan ucapkan AAMIIN”, untuk mendulang follower . Yang mengherankan, entah mengapa lafadz Allah yang muncul itu selalu dalam huruf Arab yang standar. Enggak pernah tuh ada huruf Arab kufii atau teknik kaligrafi yang lain, atau kenapa sih tulisannya enggak muncul dalam huruf Kanji, Hangeul, Jawa Kuno, atau Hieroglyph . Selain biar lebih setil, dampak utamanya ‘kan bisa bikin para cosplayer , penggemar JAV, sampai kaum abangan lebih beriman. Gara-gara baper berlebih sama hal-hal berbau Arab begitu, Agnez Mo jadi korban laskar pembela surga dengan tuduhan serius: penistaan ag...